HARAPAN
PENDIDIKAN UNTUK INDONESIA
KELOMPOK
4
1.
DEWANGGA ARIK S 12141353
2.
RIKKY EKO
PRASETYO 12141363
3.
LUCKY AGUSTIN 12141366
4.
NOFFI IRMA
YUNITA 12141375
A.
HARAPAN
GURU KEDEPAN
Guru merupakan unsur manusiawi yang sangat dekat
hubungannya dengan anak didik dalam upaya pendidikan sehari-hari di sekolah,
sehingga untuk meningkatkan mutu pendidikan kita yaitu salah satunya dengan
meningkatkan keprofesionalan kita sebagai seorang guru (pendidik).Guru
merupakan komponen utama dalam dunia pendidikan. Tanpa adanya guru dunia ini
menjadi suram, karena guru pencerah dunia. Dengan adanya guru maka terciptalah
manusia-manusia yang berpendidikan, yang diharapkan dapat membangun bangsa ini
menjadi bangsa yang lebih maju.
Guru adalah orang yang sangat
berpengaruh dalam proses belajar mengajar. Seorang guru harus benar-benar
membawa siswanya kepada tujuan yang ingin dicapai. Dimasa sekarang banyak
sekali guru yang bersikap selayaknya seorang guru yang berpendidikan. Banyak guru
yang bersikap semaunya sendiri terhadap siswanya. Sikap yang dilakukan oleh
guru merupakan cermin bagi siswanya. Bagaimana siswanya begitulah
gurunya.Bagaimana sebenarnya sikap seorang guru yang baik, agar bisa menjadi
suri tauladan yang baik bagi siswanya.
Guru adalah orang yang sangat berpengaruh
dalam proses belajar mengajar. Seorang guru harus benar-benar membawa siswanya
kepada tujuan yang ingin dicapai serta mempunyai pandangan yang luas dan
berwibawa/kewibawaan.
Sikap dari seorang guru adalah salah
satu faktor yang menentukan bagi perkembangan jiwa anak didik selanjutnya.
Karena sikap seroang guru tidak hanya dilihat dalam waktu mengajar saja, tetapi
juga dilihat tingkah lakunya dalam kehidupan sehari-hari oleh anak didiknya.
Pada saat ini banyak sikap dari seorang guru yang tidak lagi mencerminkan
sikapnya sebagai seorang pendidik karena adanya berbagai faktor yang mestinya
tidak terjadi dalam dunia pendidikan. Berikut adalah sikap dan sifat yang harus
dimiliki seorang guru diantaranya:
1.
Adil
Seorang guru
harus adil dalam memperlakukan anak-anak didik harus dengan cara yang sama,
misalnya dalam hal memberi nilai dan menghukum anak.
2. Guru
merupakan model atau teladan
Guru merupakan model atau teladan bagi para
peserta didik dan semua orang yang menganggap dia sebagi guru.Sebagi teladan,
tentu saja pribadi dan apa yang dilakukan guru akan mendapat sorotan peserta
didik serta orang di sekitar lingkungannya yang menganggap atau mengakuinya
sebagi guru. Sehubungan itu, beberapa hal di bawah ini perlu mendapat
perhatian, dan bila perlu didiskusikan para guru.
a.
Sikap Dasar
b.
Bicara Dan Gaya Bicara
c.
Kebiasaan Bekerja
d.
Sikap Melalui Pengalaman Dan
Kesalahan
e.
Pakaian
f.
Hubungan Kemanusiaan
g.
Proses Berpikir
h.
Selera
i.
Keputusan
j.
Kesehatan
k.
Gaya Hidup Secara Umum
3.
Percaya
dan suka terhadap murid-muridnya
Seorang guru
harus percaya terhadap anak didiknya. Ini berarti bahwa guru harus mengakui
bahwa anak-anak adalah makhluk yang mempunyai kemauan, mempunyai kata hati
sebagai daya jiwa untuk menyesali perbuatannya yang buruk dan menimbulkan
kemauan untuk mencegah hal yang buruk.
4.
Sabar dan
rela berkorban
Kesabaran
merupakan syarat yang sangat diperlukan apalagi pekerjaan guru sebagai
pendidik. Sifat sabar perlu dimiliki guru baik dalam melakukan tugas mendidik
maupun dalam menanti jerih payahnya.
5. Memiliki kewibawaan terhadap anak-anak
Tanpa adanya
kewibawaan pada pendidik tidak mungkin pendidikan itu masuk ke dalam sanubari
anak-anak. Tanpa kewibawaan, murid-murid hanya akan menuruti kehendak dan
perintah gurunya karena takut atau paksaan; jadi bukan karena keinsyafan atau
karena kesadaran dalam dirinya.
6.
Penggembira.
Seorang guru
hendaklah memiliki sifat tertawa dan suka memberi kesempatan tertawa bagi
murid-muridnya. Sifat ini banyak gunanya bagi seorang guru, antara lain akan
tetap memikat perhatian anak-anak pada waktu mengajar, anak-anak tidak lekas
bosan atau lelah. Sifat humor yang pada tempatnya merupakan pertolongan untuk
memberi gambaran yang betul dari beberapa pelajaran. Yang penting lagi adalah
humor dapat mendekatkan guru dengan muridnya, seolah-olah tidak ada perbedaan
umur, kekuasaan dan perseorangan.
7. Bersikap baik terhadap guru-guru lain
Suasana baik
diantara guru-guru nyata dari pergaulan ramah-tamah mereka di dalam dan di luar
sekolah, mereka saling menolong dan kunjung mengunjungi dalam keadaan suka dan
duka. Mereka merupakan keluarga besar, keluarga sekolah. Terhadap anak-anak,
guru harus menjaga nama baik dan kehormatan teman sejawatnya. Bertindaklah
bijaksana jika ada anak-anak atau kelas yang mengajukan kekurangan atau
keburukan seorang guru kepada guru lain.
8.
Bersikap
baik terhadap masyarakat
Tugas dan
kewajiban guru tidak hanya terbatas pada sekolah saja tetapi juga dalam
masyarakat. Sekolah hendaknya menjadi cermin bagi masyarakat sekitarnya, dirasai
oleh masyarakat bahwa sekolah itu adalah kepunyaannya dan memenuhi kebutuhan
mereka. Sekolah akan asing bagi rakyat jika guru-gurunya memencilkan diri
seperti siput dalam rumahnya, tidak suka bergaul atau mengunjungi orang tua
murid-murid, memasuki perkumpulan-perkumpulan atau turut membantu kegiatan
masyarakat yang penting dalam lingkungannya.
9.
Benar-benar
menguasai mata pelajarannya
Guru harus
selalu menambah pengetahuannya. Mengajar tidak dapat dipisahkan dari belajar.
Guru yang pekerjaannya memberi pengetahuan-pengetahuan dan kecakapan-kecakapan
kepada muridnya tidak mungkin akan berhasil baik jika guru itu sendiri tidak
selalu berusaha menambah pengetahuannya. Jadi sambil mengajar sebenarnya guru
itu belajar.
10. Suka pada mata pelajaran yang diberikannya
Mengajarkan
mata pelajaran yang disukainya hasilkan akan lebih baik dan mendatangkan
kegembiraan baginya daripada sebaliknya.
11. Berpengetahuan luas
Selain
mempunyai pengetahuan yang dalam tentang mata pelajaran yang sudah menjadi
tugasnya akan lebih baik lagi jika guru itu mengetahui pula tentang segala
tugas yang penting-penting, yang ada hubungannya dengan tugasnya di dalam
masyarakat. Guru merupakan tempat bertanya tentang segala sesuatu bagi
masyarakat.
12. Edukatif
Edukatif artinya segala ucapan, sikap dan
perbuatan guru, baik di dalam kelas maupun di luar kelas, baik dilingkungan
sekolah maupun dilingkungan masyarakat luas, hendaknya mengandung nilai
pendidikan atau bersifat mendidik.
13. Normatif
Guru
profesioanal hendaknya bersikap normatif, artinya segala ucapan, sikap
dan perbuatannya tidak melanggar nilai-nilai moral, etika, norma agama,
dan aturan negara. Seyogyanya, senantiasa patuh terhadap aturan hukum yang
berlaku, taat terhadap ajaran agama, menghindari segala tindakan amoral dan
asusila.
14. Ilmiah
Ilmiah
adalah sifat dan karakter guru profesional. Segala ucapan dan tindakan guru
profesional dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya secara ilmiah. Prinsif
yang dipegang teguh oleh guru profesional adalah “ Berilmu amaliyah dan
beramal ilmiyah”. Artinya ilmu yang dia miliki disamping diajarkan kepada
siswa terlebih dahulu amalkan dalam perilakunya sehari-hari, dan segala amal
perbuatannya dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya secara ilmiah.
15. Demokratis
Guru
profesional dalam menyampaikan materi pelajaran tidak bersikap otoriter dan
doktrinitas, siswa hanya dituntut untuk mengikuti kata-katanya. Mengerti tidak
mengerti siswa disuruh mengikuti segala konsep, teori dan idenya. Sebaliknya
guru profesional bersikap terbuka bahkan selalu memotivasi siswanya agar
berani mengemukakan ide, gagasan dan pemikirannya
16. Kreatif
Ciri
lain dari guru profesional adalah bersikap kreatif artinya selalu
banyak ide alias banyak akal untuk mengatasi sesuatu yang dianggap kurang
atau tidak ada,memberi penjelasan, menggunakan alat bantu, dan memberi motivasi
kepada setiap murid
17. Ikhlas
Segala
perbuatan tergantung pada niatnya. Salah satu hadits Nabi mengatakan demikian,
bahkan hadits tentang niat tersebut sangat mashur dikalangan umat islam. Nabi
mengajarkan bahwa seorang guru dalam mengajar harus berlandaskan niat ikhlas
yang suci dalam memberikan ilmu pengetahuan kepada murid-muridnya. Niat yang
ikhlas akan menjadi penentu maksud suatu perbuatan.
18. Jujur
Jujur adalah
hal penting yang harus dimiliki oleh seorang guru. Jujur menjadi penyelamat
bagi seorang guru di dunia dan akhirat. Sebaliknya, bohong kepada murid akan
menghilangkan kepercayaan.
19. Walk the
talk
Seorang
murid akan mencontoh gurunya. Setiap perbuatan yang dilakukan oleh seorang guru
yang dilihat oleh muridnya akan menjadi contoh bagi muridnya tersebut.
Perbedaan antara ucapan dengan perilaku seorang guru hanya akan membuat murid
menjadi bingung. Seorang guru yang tidak mengamalkan apa yang disampaikannya
kepada murid-muridnya maka akan merendahkan martabat dirinya dihadapan orang
lain.
20. Akhlaq mulia
Guru adalah
panutan bagi murid-muridnya. Maka seorang panutan dituntut memiliki sikap
terpuji yaitu akhlak mulia. Ucapan yang baik, senyum, raut muka yang berseri
dan menghilangkan jarak yang dapat membatasi antara seorang guru dengan
muridnya. Kasih dan sayang seorang guru mencerminkan akhlak mulia yang
terkandung dalam gerak dan perilaku seorang guru.
21. Berani
Seorang guru
harus memiliki sikap pemberani. Berani meluruskan yang salah pada muridnya dan
yang tersulit adalah berani mengakui kekurangan yang ada pada dirinya.
B. HARAPAN SEORANG GURU TERHADAP PESERTA DIDIK SETELAH MENGAJAR 6
TAHUN
Seorang guru pasti memiliki harapan terhadap peserta
didiknya setelah selama 6 tahun mengajar, membimbing, mengarahkan, menasehati
dsb. Harapan seorang guru tidaklah terpaku pada pengetahuan saja atau siswa
siswi yang berprestasi tapi siswa siswi yang memiliki akhlaqul karimah, berbudi
pekerti yang baik, bermoral yang baik, mempunyai sopan santun, mempunyai kterampilan,
kreatif dan taat beribadah terhadap agama yang dianutnya. Dengan terbentuknya
landasan agama yang kuat maka akan terbentuk karakter yang baik dari dalam diri
seorang anak yang nantinya akan menjadi contoh bagi teman-temannya atau orang
lain.
Untuk mencapai semua itu dapat diintregasikan di
setiap mata pelajaran, namun dapat menjadi paket mata pelajaran. Selain itu
juga guru harus dintuntut bisa memberikan nasehat diawal pelajaran. Nasehat
bisa dilakukan sebagai pemanasan yang tdak memakan waktu yang lama, namun
dampaknya di kemudian hari akan terbentuk pribadi yang dapat memecahkan masalah
bukan membuat masalah. Menyisihkan waktu misal seminggu sekali atau sebulan
sekali untuk mengasah kreativitas dan keterampilan siswa, misal dari hal yang
sederhana memanfaatkan barang bekas yang ada disekitar yang disulap menjadi
barang atau sesuatu yang bermanfaat dan empunyai nilai jual yang tinggi.
Berilmu atau pintar dan banyak pengetahuan adalah hal
yang penting, tapi mempunyai pribadi yang baik, sopan santun, berakhlaq mulia
dan kreativitas yang baik tidak kalah penting karna pada dasarnya orang yang
mempunyai akhlaq yang baik akan banyak dicari dan dibutuhan orang lain, dan
orang yang mempunyai keterampilan atau kreativitas dapat menciptakan lapangan
pekerjaan, jadi ilmu tersebut dapat tersalurkan dengan baik dan bisa bermanfaat
bagi dirinya ataupun orang lain.
C. PROGRAM HARIAN YANG AKAN DICAPAI
1.
Program penanaman sikap spiritual
dan kedisiplinan
a.
Program Harian
Di pagi hari (jam 06.15 WIB)
Ø
Siswa wajib datang kesekolah paling
lambat jam 06.15 pagi
Ø
Siswa diwajibkan untuk mencuci
tangan sebelum masuk ke kelas.
Ø
Siswa sebelum
masuk ke kelas berbaris di depan pintu kelas masing-masing dan berhitung untuk
mengetahui jumlah siswa yang hadir
Ø
Selanjutnya diluar kelas,
ketua kelas menyiapkan teman-temannya untuk berbaris rapi didepan kelas
kemudian memeriksa kelengkapan pakaian siswa.
Ø
Jika sudah rapi siswa diizinkan
untuk memasuki kelas sambil mencium tangan guru secara bergantian.
Ø
Menyanyikan lagu nasional
secara bersama- bersama.
Ø
Sebelum memulai pelajaran, ketua
kelas menyiapkan teman-temannya untuk memberi salam kepada guru dan dilanjutkan
dengan berdoa.
Ketika jam
istirahat (jam 09.00 WIB)
Ø
Setelah bel istirahat berbunyi, setiap siswa diwajibkan untuk selalu membawa buku.
Ø
Setelah itu, siswa bebas melakukan
kegiatan misal ingin jajan di kantin, atau membaca diperpustakaan atau kegiatan
positif lainnya.
Ø
Setelah jam istirahat berakhir siswa
kembali ke kelas dengan tertib dan siap mengikuti pelajaran selanjutnya.
Ketika
pulang sekolah
Ø
Siswa secara bersama-sama memeriksa
kelas apakah sudah dalam keeadaan rapi dan bersih tidak ada kotoran atau sampah
yang tertinggal dan berserakan.
Ø
Siswa diwajibkan
untuk melaksanakan shalat dhuhur terlebih dahulu.
Ø
Siswa kembali ke kelas untuk mengisi
daftar absen untuk kehadiran shalat dhuhur,jika tidak absen mengisi daftar
kehadiran maka diberi sanksi menulis surat pendek minal 2 surat.
Ø
Siswa secara bergantian mencium
tangan guru saat meninggalkan kelas.
b.
Program Mingguan (Tujuannya untuk memotivasi belajar siswa)
Ø
Setiap hari senin seluruh
warga sekolah wajib mengikuti dan melaksanakan upacara bendera.
Ø
Setiap hari selasa siswa
diwajibankan melakukan senam bersama – sama.
Ø
Setiap hari kamis perwakilan
kelas diwajibkan membuat suatu karya yang nantinya akan di pajang di Mading
sekolah.
Ø
Dan untuk kegiatan ekstra
kulikuler pramuka dilaksanakn setiap hari sabtu jam 14.00 – 16.00 Wib.
c.
Program Semester ( kegiatan tahunan )
Ø
Melaksanakan kerja bakti
bersama agar siswa peduli terhadap lingkungan sekitar.
Ø
Perwakilan kelas diwajibkan
membawa 2 tanaman.
Ø
Mengadakan gebyar seni yang
bersamaan dengan perpisahan kelas 6.
Ø
Setiap kelas wajib menampilkan
suatu karya seni atau pertunujukan (penghargaan bagi penampil terbaik akan
mendapatkan reward berupa piala )
Ø
Mengadakan kegiatan persami
untuk kelas tinggi.